Latihan Pendamping Komunitas Adat Terpencil (KAT) harus didasarkan pada karakteristik dan kebutuhan latihannya. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan karakteristik, dan (2) mengidentifikasi kebutuhan latihan Pendamping KAT. Penelitian dilakukan secara deskriptif. Unit pengamatan terkecil adalah Pendamping KAT di Kabupaten Berau, Paser, dan Paser Panajam Utara. Populasi berjumlah 62 orang, seluruhnya dijadikan responden penelitian. Data dikumpulkan pada bulan Oktober 2009, menggunakan instrumen satu sisi untuk mengukur kemampuan responden berdasarkan persepsinya. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi untuk menjelaskan peubah karakteristik, pemeringkatan skor tertimbang untuk menentukan kebutuhan latihan, dan konkordansi Kendall W dan t untuk menentukan derajat kesepakatan Pendamping KAT menurut karateristik diamati terhadap kebutuhan latihan. Hasil penelitian adalah (1) karakteristik Pendamping KAT antara lain berjenis kelamin laki-laki sebanyak 69.4 %, perempuan 30.6 %; beragama Islam 77.4 %, Katolik 16.1 %, Protestan 4.8 %; suku Dayak 50 % dan non Dayak 50 %; berpendidikan dasar 25.8 %, menengah 45.2 %, dan tinggi 29 %; pekerjaan pokok petani 45.2 %, PNS 24.2 %, pegawai swasta 14.5 %; bertempat tinggal di dalam komunitas binaan 59.7 %, di luar komunitas 40.3 %; motif menjadi pendamping berupa penugasan 43.5 %, sukarela 56.5 %; bidang pendampingan kesejahteraan sosial 38.7 %, usaha ekonomi produktif 27.4 %, pendidikan 17.7 %, kesehatan 12.9 %, keagamaan 3.3 %. (2) Kebutuhan latihan Pendamping KAT tersusun dalam peringkat tertinggi sampai terendah adalah organisasi kerja, pemberdayaan KAT, penyuluhan sosial, proses pemecahan masalah, kepemimpinan, sumber daya dan kebutuhan KAT, analisis komunitas, pemahaman budaya lokal. Rekomendasi yang diajukan adalah (1) memperhatikan keragaman karakteristik Pendamping KAT dalam proses perencanaan dan penyelenggaraan latihan, (2) merancang kurikulum dan modul latihan Pendamping KAT berdasarkan peringkat kebutuhan latihan.
Kata kunci: karakteristik, kebutuhan latihan, pendamping KAT, pemberdayaan KAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar