Kamis, 17 Juni 2010

PENGUATAN ORGANISASI KARANG TARUNA Disampaikan dalam Temu Karya Karang Taruna Kab. Seruyan Tanggal 14 Nopember 2009

Pendahuluan

Karang Taruna (KT) adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda (GM) yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat. Organisasi tersebut bergerak dalam bidang usaha kesejahteraan sosial, dan bidang-bidang yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial.

Karang Taruna berada pada tingkat akar rumput. Dalam lingkup administrasi pemerintahan, KT bisa berada dalam pada lingkungan rukun warga, dan desa/kelurahan. Pada tingkat di atasnya berbentuk Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT), sebagai wadah untuk saling bertukar informasi yang bermuara pada peningkatan daya KT sebagai organisasi sosial yang mempunyai fungsi peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat terutama generasi muda.

Karang Taruna sebagai organisasi sosial, beranggotakan pemuda/i yang melaksanakan kegiatan atas dasar kerelawanan. Hal itu dapat dianalogikan dengan Pramuka dalam gerakan kepanduan, Palang Merah Indonesia dalam pertolongan kemanusiaan, dan Program Kesejahteraan Keluarga dalam pemberdayaan perempuan.

Kerelawanan yang dilakukan dalam Karang Taruna merupakan suatu keputusan yang dilandasi kepedulian dan sikap yang positif terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat terutama generasi muda. Sikap tersebut kemudian menjadi pendorong bagi tindakan-tindakan nyata untuk merancang dan melaksanakan usaha kesejahteraan sosial yang diikuti oleh kegiatan penilaian untuk mengetahui sejauhmana keberhasilannya. Agar sikap dan tindakan kerelawanan tersebut lebih terarah, diperlukan upaya penambahan pengetahuan tentang konsep kekarangtarunaan, kelompok dan organisasi, kepemimpinan, perancangan visi, misi, program, kegiatan, serta pengetahuan lain yang relevan.

Kegiatan Temu Karya Karang Taruna merupakan forum penting yang dapat digunakan oleh pengurus Karang Taruna untuk menambah pengetahuan, memperkuat sikap dan keterampilan dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan generasi muda melalui usaha kesejahteraan sosial sesuai dengan situasi dan kondisi lokal.

Falsafah dan Tujuan Karang Taruna

Falsafah KT tertulis secara jelas dalam lambangnya yaitu Adhitya Karya Mahatva Yodha. Adhitya berarti cerdas dan penuh pengetahuan, Karya berarti pekerjaan, Mahatva berarti terhormat dan berbudi luhur, serta Yodha yang berarti pejuang.

Dengan demikian landasan atau falsafah yang harus dipegang teguh dan diamalkan oleh anggota dan pengurus KT dalam usaha kesejahteraan sosial adalah:

1. Adhitya; selalu melakukan proses belajar baik informal, non formal, dan formal untuk meningkatkan pengetahuan dan menggunakannya secara cerdas.

2. Karya; bekerja dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial.

3. Mahatva; menampilkan sikap yang menjunjung tinggi kehormatan diri dan orang lain, serta berperilaku luhur sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat.

4. Yodha; bermental pejuang yang berciri berani, gigih, dan tanpa pamrih.

Tujuan umum Karang Taruna melalui berbagai kegiatannya adalah menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, bersama-sama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi dalam rangka peningkatan taraf kesejahteraan sosial masyarakat.

Organisasi Sosial Karang Taruna

Untuk memahami Karang Taruna sebagai suatu organisasi, sebaiknya dipahami terlebih dahulu tentang konsep kelompok, hal itu karena organisasi merupakan sinergi dari beberapa kelompok. Selain itu, organisasi yang solid biasanya berkembang dari embrio yang berupa kelompok, yaitu dua individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka (face to face interaction), yang masing-masing menyadari keanggotaannya dalam kelompok, masing-masing menyadari keberadaan orang lain yang juga anggota kelompok, dan masing-masing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan bersama.

Proses terbentuknya kelompok adalah:

1. Adanya kesadaran individu akan keterbatasan kemampuan diri untuk memenuhi segala kebutuhannya dan untuk mencapai segala yang diinginkan.

2. Adanya kesadaran individu tentang adanya kesamaan antara kebutuhan dan keinginannya dengan kebutuhan dan keinginan individu lain.

3. Adanya pengertian individu bahwa kemampuan individu-individu bila digabungkan akan lebih besar dibandingkan kemampuan individu secara sendiri-sendiri.

4. Adanya kebutuhan individu untuk berbagi rasa, pengetahuan dan pengalaman dengan individu lain.

5. Adanya dorongan individu untuk bersama dengan individu lain karena mereka adalah makhluk sosial.

Berdasarkan proses tersebut, setiap anggota dan pengurus Karang Taruna hendaknya menyadari bahwa bergabungnya berbagai individu dalam kelompok dan kemudian membentuk suatu organisasi sosial yang dinamakan Karang Taruna adalah karena munculnya kesadaran tentang keterbatasan kemampuan perseorangan, serta kesadaran tentang kuatnya kemampuan individu-individu yang digabungkan. Selain itu karena adanya persamaan kebutuhan, dan keinginan untuk bergaul sebagai makhluk sosial.

Organisasi karang taruna adalah organisasi sukarela (voluntary organization), untuk itu anggota dan pengurus Karang Taruna perlu memahami beberapa hal sebagai berikut:

1. Pengertian tentang organisasi sukarela

2. Pengertian tentang relawan

3. Dimensi kesukarelawanan

4. Pembinaan sukarelawan

5. Pembinaan dan pelatihan bagi sukarelawan

Isu-isu Kritis yang Harus Mendapat

Perhatian Karang Taruna

Dari sekian banyak isu yang perlu mendapat perhatian Karang Taruna, antara lain terdapat tiga isu kritis yaitu :

1. Visi, misi, program, dan kegiatan Karang Taruna

Selama ini cukup banyak kalangan yang mempertanyakan apakah Karang Taruna mempunyai visi yaitu rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan Karang Taruna pada akhir periode perencanaan; misi yaitu rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan Karang Taruna untuk mewujudkan visi; program yaitu instrumen kebijakan yang berisi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Karang Taruna untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran; serta kegiatan yaitu bagian dari program yang dilaksanakan oleh Karang Taruna yang terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil, barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, dan atau kombinasi dari beberapa atau semua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang atau jasa.

2. Identifikasi masalah kesejahteraan sosial yang dialami masyarakat terutama generasi muda, prioritas penanganan, dan cara penanganan

Saat ini cukup banyak Karang Taruna yang kegiatannya hanya berpusat pada olahraga dan kesenian yang dilakukan secara temporer, misalnya peringatan hari-hari besar. Hal ini terjadi karena terbatasnya pemahaman anggota dan pengurus tentang tujuan Karang Taruna yaitu menanggulangi masalah-masalah kesejahteraan sosial.

Jika pemahaman anggota dan pengurus Karang Taruna tentang tujuan tersebut sudah relatif baik, maka yang harus dilakkan adalah melakukan identifikasi masalah kesejahteraan sosial yang dialami masyarakat pada tingkat lokal dimana Karang Taruna itu berada, selanjutnya menyusun prioritas masalah yang akan ditanggulangi, dan merumuskan cara-cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah prioritas tersebut.

3. Kekuatan, kelemahan, tantangan, dan peluang yang dihadapi oleh Karang Taruna dalam usaha kesejahteraan sosial

Sebagai organisasi sosial, Karang Taruna dihadapkan pada empat faktor yang harus dikaji secara seksama, kemudian hasilnya dijadikan landasan kebijakan. Keempat hal tersebut adalah:

a. Kekuatan yang dimiliki KT untuk mencapai tujuan

b. Kelemahan yang dialami KT sehingga menghambat pencapaian tujuan

c. Tantangan yang harus diatasi dalam proses pencapaian tujuan

d. Peluang yang ada dan dapat dimanfaatkan oleh KT untuk mencapai tujuan

Dengan mengetahui keempat hal tersebut, anggota dan pengurus KT dapat membuat keputusan-keputusan untuk merencanakan, melaksanakan, dan menilai suatu kegiatan dalam rangka penanggulangan masalah sosial.


Penutup

Karang Taruna sebagai organisasi sukarela menempati posisi yang strategis dan peran yang penting dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial yang dialami masyarakat terutama generasi muda. Untuk itu Karang Taruna harus memperkuat dirinya terlebih dahulu sebelum melakukan suatu kegiatan. Hal itu bisa dicapai melalui proses belajar untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan; dengan menghimpun sumber daya secara internal dan eksternal; serta memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada.


Tidak ada komentar: